Memberikan Lima Hal, Menyediakan Lima Hal


Bab 5 maqolah ketiga 

وقال النبي عليه السلام: لا يعطى الله لأحد خمسا إلا وقد أعد له خمسا أخرى

Nabi ﷺ bersabda, “Allah tidak memberikan lima hal kepada seseorang, kecuali Allah telah menyediakan lima hal yang lainnya:

لا يعطيه الشكر إلا وقد أعد له الزيادة

Allah tidak memberikan kesempatan untuk bersyukur, kecuali Dia telah menyediakan nilai tambahan

ولا يعطيه الدعاء إلا وقد أعد له الإستجابة

Allah tidak memberikan kesempatan untuk berdo’a. kecuali Dia telah menyediakan pintu ijabah

ولا يعطيه الإستغفار إلا وقد أعد له الغفران

Allah tidak memberikan kesempatan untuk beristighfar, kecuali Dia telah menyediakan pintu ma’af

ولا يعطيه التوبة إلا وقد أعد له القبول

Allah tidak memberikan kesempatan untuk bertaubat, kecuali Dia telah menyediakan pintu Qabul (penerimaan Taubat)

ولا يعطيه الصدقة إلا وقد أعد له التقبل

Allah tidak memberikan kesempatan untuk bersedekah, kecuali Dia telah menyediakan baginya pintu penerimaan.

Keterangan :

Berkaitan dengan poin 1, Allah ta’ala berfirman, “Sungguh, bila kalian bersyukur, pasti Aku akan menambahkan (nikmat) kepada kalian.” (QS. Ibrahim (14): 7)

Berkaitan dengan poin 2, Allah ta’ala berfirman, “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan do’a kalian.” (QS. Al-Mukmin (40): 60)

Diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. biasa berdo’a dengan do’a berikut, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, yang mempercayai akan pertemuan dengan-Mu, ridha akan ketetapan-Mu, dan qana’ah atas pemberian-Mu.” (HR. Thabarani)

Berkaitan dengan poin 3, Allah ta’ala berfirman, “Mohonlah ampunan kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Dia merupakan Maha Pengampun.” (QS. Nuh (71): 10)

Rasulullah ﷺ. pun bersabda, “Sesungguhnya kalian berbuat dosa hingga dosa kalian setinggi langit, setelah itu kalian bertaubat, niscaya Allah akan mengampuni dosa kalian.” (HR. Ibnu Majah)

Berkaitan dengan poin 4, Rasulullah ﷺ. bersabda, “Disekitar ‘Arsy terdapat tulisan yang berumur 4.000 tahun sebelum dunia diciptakan. Tulisan tersebut berbunyi: ‘Wa innii laghoffaarun liman taaba wa aamana wa ‘amila shoolihan tsummah tadaa.’” (Sesungguhnya aku Maha Pengampun untuk setiap orang yang bertaubat, beriman, dan beramal shaleh, setelah itu ia berusaha untuk mendapatkan petunjuk). (HR. Dailami)

Rasulullah ﷺ pun bersabda, “Sesungguhnya kalian berbuat dosa hingga dosa kalian setinggi langit, setelah itu kalian bertaubat, niscaya Allah akan mengampuni dosa kalian.” (HR. Ibnu Majah)

Berkaitan dengan poin 5, Rasulullah ﷺ bersabda, “Setiap orang akan berada dalam naungan shadaqahnya hingga ia menerima keputusan masalah yang berkaitan dengan manusia lainnya.” (HR. Imam Ahmad)

Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Tiada seorang hamba yang menshadaqahkan sesuatu semata-mata mencari ridha Allah, kecuali Allah berfirman di hari Kiamat nanti: ‘Wahai hamba-Ku, engkau telah mengharapkan keridhaan-Ku, maka di hari ini aku tidak akan menghinakan dirimu. Aku haramkan tubuhmu tersentuh api neraka dan masuklah ke dalam surga dari pintu mana yang engkau kehendaki.’” (HR. La-aal)


Kata-kata Bijak tentang Waktu


1. "Waktu adalah sesuatu yang paling kita inginkan, namun sesuatu yang kita gunakan paling buruk."

2. "Waktu tidak akan bisa terulang kembali, maka dari itu jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang ada saat ini."

3. "Waktu adalah anugerah yang diberikan Tuhan untuk orang yang dipercaya. Jangan sia-siakan."

4. "Waktu menjadi pengingat terbaik untuk segala kesempatan dan mimpi yang akan kau raih."

5. "Hanya waktu yang bisa menyadarkan betapa pentingnya menghargai kesempatan yang ada."

6. "Jangan sia-siakan waktu yang ada. Setiap detiknya akan memberikanmu makna yang berharga."

7.  "Jangan takut menjadi orang yang menghargai waktu. Karena dunia dan seisinya akan menghargaimu."

8. "Setiap hari, selalu ada kesempatan untuk mempelajari segala kesalahan yang pernah terjadi, agar kita tidak lagi mengulang kesalahan yang sama."

9. "Bagaimanapun keadaan kita, mau sedih, bahagia, waktu tidak pernah berhenti menunggu. Waktu tetap berjalan."

10. "Waktu terus berjalan, belajarlah dari masa lalu, bersiaplah tuk masa depan, berikan yang terbaik untuk hari ini."

11. "Waktu tak akan pernah menunggu. Kejar semua impianmu, raih semua cita-citamu, dengan doa dan usaha. Jangan hanya diam."

12. "Waktu terlalu lambat bagi orang yang menunggu, terlalu lama bagi orang yang berduka, terlalu singkat bagi orang yang bergembira."

13. "Waktu tak kan bisa diulang. Jangan kau habiskan waktumu bersama dengan orang hanya menyakitimu, karena kamu akan menyesal kemudian."

14. "Waktu adalah modal utama. Maka berbahagialah bagi siapa pun yang mengatur dan memanfaatkan waktu."

15. "Sampai kita bisa mengatur waktu, kita tidak bisa mengatur hal-hal lain.

Ciri-Ciri Seorang Hamba yang Takut Kepada Allah

 

Awal mulanya Khauf timbul karena pengenalan dan cinta kepada Allah yang sangat mendalam, sehingga ia merasa khawatir kalau Allah melupakannya atau ia takut kepada siksaan-Nya. Seorang hamba yang memiliki rasa khauf (takut kepada Allah) ia akan semakin taat terhadap perintah Allah dan berusaha sekuat tenaga untuk meninggalkan segala larangan-Nya.

Allah SWT, berfirman:

يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya: “Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)” (QS. An-Nahl: 50)

Ayat di atas memberi pemahaman, bahwa orang yang takut kepada Allah, tidaklah sama dengan takut kepada orang lain yang mempunyai sifat kejam, atau takut kepada ancaman binatang yang buas. Akan tetapi, orang yang takut kepada Allah, ia akan semakin mendekat kepada-Nya.

Imam Al-Ghazali dalam karyanya Mukasyafatul Qulub Al-Muqarribu Ilaa Hadhrati ‘Allaamil Ghuyub Fi ‘Ilmit Tashawuf (Juz, 1 Hlm. 11-12) mengutip ungkapan Al-Fakih Abu Laits As-Samarqandi terkait tanda-tanda khauf (takut kepada Allah) yang tampak secara zahir, bahwa tanda-tandanya terdiri dari tujuh bagian:

Pertama, lisannya dijaga dari mengucapkan perkara yang dilarang, seperti, ghibah, berbohong, adu domba, dan ia berusaha menghindari dari ucapan yang berlebihan. Orang yang khauf (takut kepada Allah) lisannya selalu berdzikir, memperbanyak membaca Al-Qur’an dan suka berbica tentang masalah keilmuan.

Kedua, hati orang yang takut kepada Allah tidak menyimpan permusuhan, kebohongan, dan kedengkian kepada saudaranya, permusuhan dan kedengkian termasuk penyakit hati yang sangat berbahaya, seseorang yang hatinya sudah dipenuhi dengan kedengkian dan permusuhan sulit untuk disembuhkan, kecuali dengan ilmu dan amal kebajikan.

Ketiga, pola berfikir orang yang takut kepada Allah tidak akan berfikir kepada sesuatu yang diharamkan, baik makanan, minuman, pakaian, dan lain sebagainya, juga ia tidak silau akan gemerlapnya dunia. Pemikiran orang yang takut kepada Allah selalu mengambil iktibar (pelajaran) dari segala hal yang terjadi terhadap dirinya.

Keempat, perut orang yang takut kepada Allah selalu dijaga dari kemasukan sesuatu yang diharamkan. Karena bila perut di isi dengan sesuatu yang diharamkan ia akan dimurkai oleh Allah SWT.

Kelima, tangan orang yang takut kepada Allah selalu dijaga dari mengambil hak orang lain. Dan tangan orang yang takut kepada Allah digunakan kepada jalan ketaatan kepada Allah, seperti, bersedakah, berinfaq, dan membantu orang yang membutuhkan bantuan.

Keenam, kaki orang yang takut kepada Allah tidak akan melangkah kepada kemaksiatan dan perkara yang dilarang. Kakinya digunakan kepada jalan menuju ketaatan kepada Allah, seperti bersilatur rahmi dan mengunjungi para ulama, dan orang-orang sholih.

Ketujuh, orang yang takut kepada Allah, ia ikhlas dalam menjalani keataannya, ia berusaha menghindar dari sifat kemunafikan dan sifat ingin dipuji oleh orang lain.

Salanjutnya Imam Al-Ghazali menegaskan, “Apabila seseorang merealisasikan tujuh dari tanda-tanda orang yang takut kepada Allah yang telah disebutkan di atas, maka pantas baginya menyandang predikat sebagai orang yang bertaqwa kepada Allah SWT”

Wallahu A’lam Bissawab.

Kendaraan yang kau Naiki

*═════ ◎•❀•◎﷽◎•❀•◎ ═════*

*BEKAL PERJALANAN*

🪶 Betapa sibuknya kita ketika hendak bepergian jauh. Lihat saja pada libur panjang dalam _“acara mudik lebaran.”_ Berbagai kebutuhan kita siapkan bahkan jauh sebelum hari keberangkatan datang. Semua, karena kita tak ingin mendapat halangan baik sebelum atau di tengah perjalanan sehingga mengakibatkan kita tak bisa sampai ke tempat tujuan.

Akhirnya tidak sedikit di antara kita yang kemudian benar-benar mempersiapkan segalanya. Bahkan saking banyaknya, perbekalannya tidak mampu dibawa kecuali harus dengan kendaraan. Inilah yang diungkapkan oleh Allah ﷻ dalam firman-Nya berkaitan dengan salah satu hikmah dan manfaat dari hewan ternak:

وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍ لَّمْ تَكُونُوا بَالِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ الْأَنفُسِ ۚ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

_"Dan ia (hewan ternak itu) memikul beban-bebanmu menuju suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."_ (QS. Al-Nahl: 7)

🍂 Sejenak kalau direnungkan, jika demikian keadaan kita dalam mempersiapkan bekal perjalanan dunia lantas bagaimanakah dengan perjalanan akhirat yang tentu lebih jauh dan melelahkan?! Inilah yang diungkapkan oleh al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, setelah beliau menyebutkan ayat tadi beliau kemudian berkata:

فَهَذَا شَأْنُ الاِنْتِقَالِ فِي الدُّنْيَا مِنْ بَلَدٍ إِلَى بَلَدٍ، فَكَيْفَ الاِنْتِقَالُ مِنَ الدُّنْيَا إِلَى دَارِ القَرَارِ

_“Ini adalah perpindahan di dunia dari satu negeri ke negeri yang lain. Lantas bagaimana dengan perpindahan dari dunia menuju negeri keabadian?!”_ (Miftah Dar as-Sa’adah: 1/26)

Sudah barang tentu jauh lebih membutuhkan perbekalan. Karenanya Umar bin Abdul Aziz rahimahullah dahulu pada khutbahnya pernah mengatakan:

 إِنَّ لِكُلِّ سَفَرٍ زَادًا لَا مَحَالَة، فَتَزَوَّدُوْا لِسَفَرِكُمْ مِنَ الدُّنْيَا إِلَى الآخِرَة

_“Sesungguhnya setiap perjalanan pasti membutuhkan bekal, maka berbekallah untuk perjalanan kalian dari dunia menuju akhirat.”_ (Hilyahtul Auliya’ cet. Darul Fikr: 5/291)

✍🏻 Oleh sebab itu, betapa tidak bijaknya jika untuk perjalanan dunia kita kerahkan segenap kemampuan untuk menyiapkan perbekalan sedangkan untuk perjalanan akhirat yang jauh lebih panjang, berat dan melelahkan kita hanya biasa-biasa saja. Seolah tak peduli padahal perjalanan itu pasti akan kita lalui.

Maka sekarang, mari mempersiapkan bekal perjalanan ini. Jangan katakan “esok, lusa atau nanti”, tapi mulailah detik ini. Perjalanan ini sangat panjang, kematian pasti datang. Sedang kita tak tahu kapan ia menjelang.

*🔰Semoga bermanfaat.*

Level Istilah Silsilah Jawa

 

10 Level Istilah Silsilah

Berikut adalah istilah untuk level keturunan (ke bawah) dan level leluhur (ke atas) dalam bahasa Jawa. Dalam bahasa Jawa, setiap level garis keturunan mempunyai istilah sampai tingkat sepuluh ke atas dan sepuluh ke bawah.

10. galih asem (mbah galih asem)
9. debog bosok (mbah debog bosok)
8. gropak sente (mbah gropak sente)
7. gantung siwur (mbah gantung siwur)
6. udeg-udeg (mbah udeg-udeg)
5. wareng (mbah wareng)
4. canggah (mbah canggah)
3. buyut (mbah buyut)
2. embah
1. bapak

0. kita/anda

1. anak
2. putu
3. buyut (putu buyut)
4. canggah (putu canggah)
5. wareng (putu wareng)
6. udeg-udeg (putu udeg-udeg)
7. gantung siwur (putu gantung siwur)
8. gropak sente (putu gropak sente)
9. debog bosok (putu debog bosok)
10. galih asem (putu galih asem)

Melihat peristilahan ini, bisa terlihat, sejak keturunan ke tiga, baik ke atas dan/atau ke bawah, nama panggilan yang digunakan adalah sama. Untuk mencegah kekeliruan, level ke atas (leluhur) ditambahkan  embah sebelumnya (misal, mbah buyut, mbah canggah dst), sedangkan level ke bawah (keturunan) ditambahkan istilah putu di depannya (misal putu buyut, putu canggah, putu wareng, dst).

..

Berikut adalah istilah untuk level keturunan (ke bawah) dan level leluhur (ke atas) dalam Bahasa Jawa :

Moyang ke-18. Mbah Trah Tumerah
Moyang ke-17. Mbah Menya-menya
Moyang ke-16. Mbah Menyaman
Moyang ke-15. Mbah Ampleng
Moyang ke-14. Mbah Cumpleng
Moyang ke-13. Mbah Giyeng
Moyang ke-12. Mbah Cendheng
Moyang ke-11. Mbah Gropak Waton
Moyang ke-10. Mbah Galih Asem
Moyang ke-9. Mbah Debog Bosok
Moyang ke-8. Mbah Gropak Senthe
Moyang ke-7. Mbah Gantung Siwur
Moyang ke-6. Mbah Udheg-udheg
Moyang ke-5. Mbah Wareng
Moyang ke-4. Mbah Canggah
Moyang ke-3. Mbah Buyut
Moyang ke-2. Simbah, dalam bahasa Indonesia disebut Eyang
Moyang ke-1. Bapak / Ibu
KITA <====

Keturunan ke-1. Anak
Keturunan ke-2. Putu, dalam bahasa Indonesia disebut “cucu”
Keturunan ke-3. Buyut, dalam bahasa Indonesia disebut “cicit”
Keturunan ke-4. Canggah
Keturunan ke-5. Wareng
Keturunan ke-6. Udhek-udhek
Keturunan ke-7. Gantung siwur
Keturunan ke-8. Gropak Senthe
Keturunan ke-9. Debog Bosok
Keturunan ke-10. Galih Asem
Keturunan ke-11. Gropak waton
Keturunan ke-12. Cendheng
Keturunan ke-13. Giyeng
Keturunan ke-14. Cumpleng
Keturunan ke-15. Ampleng
Keturunan ke-16. Menyaman
Keturunan ke-17. Menya-menya
Keturunan ke-18. Trah tumerah

Semoga manfaat.

Mencari Lailatul Qodar

•❀•◎﷽◎•❀•

*Mencari Lailatul Qadar*

🪶 Salah satu keutamaan bulan Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadar. Malam ini adalah malam yang sangat istimewa, karena itulah ketika Rasulullah ﷺ bergembira dengan kedatangan Ramadhan beliau memberitakan bahwa sebab kegembiraan beliau itu karena di bulan ini terdapat Lailatul Qadar. Beliau bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

_“Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan puasa atas kalian. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan ini juga, ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa terhalangi dari kebaikannya maka sungguh ia terhalangi untuk mendapatkannya.”_ [1]

Seribu bulan itu jika dijadikan tahun maka sebanding dengan 83 tahun 4 bulan. Inilah keutamaan yang sangat luar biasa, ibadah yang dilakukan di malam itu setara nilainya dengan ibadah yang dilakukan selama 83 tahun 4 bulan. Padahal, umur umat Nabi Muhammad jarang yang mencapai demikian, hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ ، وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

_“Umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun. Sedikit sekali yang lebih dari itu.”_ [2]

*WAKTU LAILATUL QADAR* [3]

🍂 Lailatul Qadar ada pada bulan Ramadhan, utamanya adalah di sepuluh malam terakhir. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

_“Carilah malam lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”_ [4]

Utamanya lagi pada malam-malam ganjilnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الوتر من الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

_“Carilah malam lailatul Qadar di malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”_ [5]

Dan sangat ditekankan sekali pada malam ke dua puluh tujuh.[6] Akan tetapi ini tidak memastikan karena Lailatul Qadar selalu berganti-ganti pada setiap tahunnya. Abu Qilabah berkata: 
_“Lailatul Qadr itu berganti-ganti pada sepuluh terakhir malam-malam ganjil.”_ [7]

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: 
_“Aku menguatkan pendapat bahwa Laitul Qadr itu pada sepuluh hari terakhir dan berganti-ganti. Para ulama mengatakan: Hikmah tersembunyinya kepastian waktu Lailatul Qadr itu agar manusia bersungguh-sungguh untuk mencarinya. Seandainya kepastian malamnya diberitahukan, maka manusia hanya akan bersungguh-sungguh di malam itu saja (sedangkan malam lainnya tidak)."_ [8]

*TANDA-TANDA LAILATUL QADAR* [9]

💦 Lailatul qadar dapat diketahui melalui tanda-tandanya, di antara yaitu:

- Cuaca malam itu sedang dan anginnya tenang. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda

لَيْلَة الْقَدْرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ لا حَارَّةٌ وَلا بَارِدَةٌ تُصْبِحُ شَمْسُها صَبِيحَتَهَا ضَعِيفَةً حَمْرَاءَ

_“Lailatul qadar adalah malam yang tenang, cerah tidak panas dan tidak pula dingin. Pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lemah dan berwarna kemerahan.”_ [10]

- Ada ketentraman dan ketenangan pada malam itu yang dibawa turun oleh para malaikat, sehingga manusia merasakan ketentraman hati, lapang dada dan kelezatan beribadah pada malam itu yang tidak pernah dirasakan pada malam-malam yang lain.

- Sebagian orang melihatnya dalam mimpi, sebagaimana pernah dialami oleh sebagian sahabat Nabi.

- Pagi harinya matahari terbit jernih tanpa memancarkan sinarnya. Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صَبِيحَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ تَطْلُعُ الشَّمْسُ لا شُعَاعَ لَهَا كَأَنَّهَا طَسْتٌ حَتَّى تَرْتَفِعَ

“Matahari terbit pada pagi lailatul qadar tanpa cahaya menyilaukan seolah-olah seperti talam hingga tinggi.” [11]

Catatan: Masyarakat umum memiliki banyak mitos dan keyakinan yang rusak tentang tanda-tanda lailatul qadar ini. Di antaranya, pada malam itu pohon-pohon sujud, semua bangunan tertidur, rasa garam berubah tawar, anjing-anjing berhenti menggonggong, dan mitos-mitos lainnya yang jelas rusak dan batil.

*CARA MENGHIDUPKAN LAILATUL QADAR*

🌾 Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha, ia mengatakan:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

_“Nabi ﷺ bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya dengan ber’ibadah dan membangunkan keluarganya.”_ [12]

Pada dasarnya cara menghidupkan malam Ramadhan adalah dengan shalat malam, berdasarkan sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:

مَنْ قامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

_“Barangsiapa yang mengerjakan shalat malam di bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharap pahala Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.”_ [13]

Dan pernah seorang bertanya kepada Hasan Al-Bashri: “Wahai Abu Sa’id, apa amalan yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah?” Hasan Al-Bashri menjawab:

مَا أَعْلَمُ شَيْئًا يَتَقَرَّبُ بِهِ المُتَقَرَّبُونَ إِلَى اللهِ أَفْضَلَ مِنْ قِيَامِ اللَّيْلِ

_“Tidaklah aku mengetahui satu amalan pun yang dilakukan oleh orang-orang untuk mendekatkan diri kepada Allah yang lebih afdhal dari shalat malam.”_

Beliau menggangap bahwa asal dalam meng-hidupkan malam adalah dengan shalat. Hanya saja, sebagian ulama berpendapat bahwa menghidup-kan malam Ramadhan mencakup semua jenis ketaatan. Al-Hafizh mengatakan:

وَأَحْيَا لَيْلَهُ أَيِّ سَهَرَهُ بِالطَّاعَةِ

_“Menghidupkan malamnya maksudnya bergadang dengan mengerjakan amalan keta’atan.”_

Imam Nawawi mengatakan: 
_“Beliau menghabiskan malamnya dengan bergadang untuk shalat dan yang lainnya.”_

Disebutkan dalam kitab Aunul Ma’bud:

أَيْ بِالصَّلَاةِ وَالذِّكْرِ وَتِلَاوَةِ القُرْآنِ

_"Yaitu dengan shalat, dzikir, dan membaca al-Qur’an."_

Oleh sebab itu, cara menghidupkan malam-malam Ramadhan terutama pada sepuluh malam terakhir adalah dengan semua macam ketaatan; shalat, dzikir, do’a, baca al-Qur’an, dll.

Di antara do’a yang dianjurkan untuk diper-banyak membacanya yaitu do’a yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ kepada Aisyah, ketika ia bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ بِمَ أَدْعُو قَالَ قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

_“Wahai Rasulullah! Apabila saya menjumpai malam lailatul qadar, dengan apa saya harus berdo’a?” beliau bersabda: “Katakanlah Alla-humma innaka affuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Engkau mencintai seorang pemaaf, maka ampunilah aku).”_ [14]

*TAMPILAN TERBAIK* [15]

🕌 Dahulu para Salafus Shalih ketika di sepuluh akhir Ramadhan mereka mandi, memakai wewangian, mengenakan pakaian terbaik. Imam Ibnu Jarir mengatakan:

كَانُوا يَسْتَحِبُّونَ أَنْ يَغْتَسِلُوْا كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْ لَيَالِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ

_"Dahulu mereka (Salafush Shalih) menyukai mandi setiap malam pada selupuh malam terakhir."_

Tsabit mengatakan:

كَانَ لِتَمِيْمِ الدَّارِي حُلَّةٌ اشْتَرَاهَا بِأَلْفِ دِرْهَمٍ، وَكَانَ يَلْبِسُهَا فِي اللَيْلَةِ الَّتِي تُرْجَى فِيْهَا لَيْلَةُ القَدْرِ

_"Tamim Ad-Dari memiliki sebuah pakaian yang ia beli seharga seribu dirham. Ia memakainya pada malam yang diharapkan terjadi Lalilatul Qadar."_

Hamd bin Salamah berkata:

كَانَ ثَابِتٌ البُنَانِي وَحُمَيْدٌ الطَّوِيْلُ يَلْبِسَانِ أَحْسَنَ ثِيَابِهِمَا وَيَتَطَيَّبَانِ، وَيُطَيِّبُوْنَ المَسْجِدَ باِلنُّضُوْحِ وَالدُخْنَةِ فِي اللَيْلَةِ الَّتِي تُرْجَى فِيْهَا لَيْلَةُ القَدْرِ

_"Tsabit Al-Bunani dan Humaid Ath-Thawil memakai pakaian terbaik mereka, menggunakan minyak wangi dan membuat masjid menjadi harum dengan Nudhuh (sejenis parfum) dan gaharu pada malam yang diharapkan terjadi Lailatul Qadar."_

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata:

فَتَبَيَّنَ بِهَذَا أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ فِي اللَيَالِي الَّتِي تُرْجَى فِيهَا لَيْلَةُ القَدْرِ التَنَظُّفُ وَالتَزَيُّنُ وَالتَطَيُّبُ بِالغُسْلِ وَالطِّيْبِ وَاللِبَاسِ الحَسَنِ، كَمَا يُشْرَعُ ذَلِكَ فِي الجَمْعِ وَالأَعْيَادِ، وَكَذِلِكَ يُشْرَعُ أَخْذُ الزِيْنَةِ بِالثِّيَابِ فِي سَائِرِ الصَّلَوَاتِ، كَمَا قَالَ تَعَالَى: يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

_"Jelaslah dari hal ini bahwa dianjurkan pada malam-malam yang diharapkan terjadi Lailatul Qadar bersih-bersih, berhias, memeperindah dengan mandi, memakai wewangian dan mengenakan pakaian yang bagus. Sebaindah dengan mandi, memakai wewangian dan mengenakan pakaian yang bagus. Sebagaimana disyariatkan hal itu pada saat acara perkumpulan, hari raya. Demikian pula disyariatkan mengenakan pakaian yang bagus pada setiap kali shalat sebagaimana firman Allah: Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap memasuki masjid."_

✍🏻 Semoga Allah ﷻ menganugerahkan kepada kita Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan ini. Amiin

_____________________________________

[1]    HR. Ahmad: 12/59

[2]    HR. Ibnu Majah: 4236, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah: 757

[3]    Diringkas dari tulisan guru kami Ustadz Abu Ubaidah dan Ustadz Syahrul Fatwa dalam Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut Al-Qur’an dan Sunnah hlm. 91-93

[4]    HR. Bukhari: 2020, Muslim: 1169

[5]    HR. Bukhari: 2017, Muslim: 1169

[6]    Hal ini berdasarkan hadits Ubay bin Ka’ab riwayat Imam Muslim: 762

[7]    HR. Abdurrazaq 4/252, Ibnu Abi Syaibah 3/76

[8]    Fathul Bari 4/266

[9]    Shahih Fiqh As-Sunnah: 2/149-150

[10] HR. ath-Thayalisi: 349, Ibnu Khuzaimah: 3/231

[11] HR. Muslim: 174

[12] HR. Bukhari: 2024

[13] HR. Muslim: 759

[14] HR. Ahmad: 24322

[15] Diringkas dari artikel saaid.net dengan judul: Azhim Al-Ajri fi Ightinam Al-‘Asyr

*🔰Semoga bermanfaat.*

Terlanjur Menjadi Tokoh



Diantara kita, pasti ada yang punya cita-cita untuk memperbaiki keadaan masyarakat, dengan menjadi tokoh, figur, atau pemimpin. Ini tentu adalah cita-cita yang baik, dan sangat ditekankan di dalam Islam. Hanya saja, kita tetap harus berharti-hati. Niat yang baik yang disusul dengan upaya yang baik, sama sekali tidak menjamin diri kita akan menjadi orang yang baik selamanya.

Islam menyatakan bahwa siapa saja yang berniat memperbaiki masyarakat, seharusnya ia terlebih dahulu memperbaiki dirinya sendiri. Mulailah upaya itu dari sekarang, dan jangan ditunda-tunda. Jika kita menunda-nunda, kita akan terjebak ke dalam situasi di mana kita terlanjur menjadi tokoh. Di saat itu, masyarakat mengagumi dan menjadikan kita sebagai orang yang terpercaya. Padahal, diri kita sendiri belumlah benar.

Banyak di antara kita yang memiliki tekad sekaligus amanah untuk memperbaiki masyarakat. Sebagian dari kita malah sudah memiliki "gelar" ustadz, aktivis, intelektual, atau tokoh di tengah-tengah masyarakat.

Akan tetapi, agama mewanti-wanti kita untuk berhati-hati dengan persepsi tokoh yang melekat pada diri kita tersebut. Bukannya merupakan tanda kebaikan, posisi dan ketokohan kita itu malah menjadi indikasi sangat buruknya posisi kita di hadapan Allah. Itu akan terjadi manakala kita sebenarnya tidak memiliki kelayakan atau kapasitas untuk menjadi tokoh.


Hayuu kita sholawatan

يَا رَسُولُ اللهِ سَلَام عَلَيْكَ - يَا رَفِيعَ الشَّانِ وَالدَّرَج عَطْفَة يَا جِيرَة الْعَلَم - يَا أَهَيْلَ الْجُودِ وَ الْكَرَمِ

Pada Tanggal 27 Rojab - Nabi Muhammad Berisro Miroj Berangkat Dari Kota Mekah Yang Mulya - Sampai ke Palestina

الله الله الله الله الله الله (2x)

Di Temani Jibril Yang Mulya - Di Perjalanan Selalu Setia Mendampingi Nabi Tercinta - Atas Perintah Dari Tuhan-nya

Allah Yang Maha Kuasa Segalanya

الله الله الله - الله الله الله (2x)

Di Perjalanan Allah Tunjukan - Bermacam-macam Bentuk Siksaan agar jadi Peringatan Untuk kita Semua insan - Agar Senantiasa Beriman

الله الله الله - الله الله الله (2x)

Ada Yang Hancur Kepalanya - Yang Suka Meninggalkan Sholatnya Dan Bagi Yang Rajin Sodakohnya Allah Membalas Dengan Pahala -

Dan Juga Dengan Berlipat ganda الله الله الله - الله الله الله (2x)

Ada Juga Yang Ditenggelamkan - Dalam Air Darah Dan Nanah

Kemudian Jibril Berkata Itu Siksaan Pemakan Riba Uang Riba Haram Selamanya

الله الله الله - الله الله الله (2x)

Kemudian Rosul Melihat - Rombongan Dari Kaum Wanita Yang Di Gantung Seluruh Rambutnya Dan Dililit Ular Berbisa

-

Wanita Yang Mengumbar Auratnya

الله الله الله - الله الله الله (2x)

Rosul Tiba Dipalestina - Di Masjid Aqso Yang Mulia

Dan Naik Ke Sidrotil Muntaha - Berjumpa Dengan Allah Ta'ala

Dapat Tugas Solat 5 Waktunya

الله الله الله - الله الله الله (2x)

Semoga Kita Umat Manusia - Menjalankan Perintahnya Solat Fardu 5 Waktunya - Jangan Sampai Ditinggalkan Nya 

Waktu , Anak dan Orang Tua

CUMA SEBENTAR JANGAN DI SIA-SIA KAN

1. Masa Intim
 adalah ketika anak berusia 0-8 tahun. Masa dimana anak menempel terus kepada ortu. Masa manja-manjanya seorang anak, sehingga ia tidak sungkan dipeluk dan memeluk ortunya. Inginnya kemana2 bersama orang tuanya dan sangat mudah untuk diajak ikut oleh orang tuanya.

2. Masa Kritis

Masa Kritis adalah ketika anak berusia 9-13 tahun. Masa dimana anak sudah masuk sekolah dasar dan mulai sibuk dengan lingkungan sekolah dan teman seusianya.

Di masa kritis ini, anak mulai belajar dari banyak sumber, termasuk dari guru dan teman nya. Ia juga mulai membandingkan perlakuan orang tuanya dengan perlakuan orang tua dari temannya.

Dari sumber belajar yang beragam tadi, seorang anak di masa ini mulai bersikap kritis terhadap pendapat orang tuanya. Lalu bertanya dan membantah, sehingga muncul perbedaan pendapat dengan ortunya.

Di masa ini juga mulai muncul perasaan tidak puas, kecewa atau sakit hati terhadap perlakuan orang tuanya yang tidak sejalan dengan keinginannya. Lalu memorinya menyimpan hal tersebut, sehingga ia mulai menjaga jarak kepada orang tuanya.

Di masa ini hati2 bersikap dengan anak ya mak. Jangan sampe masa kritis ini membuat jarak kita sebagai ortu ke anak.
 
3. Masa Sibuk

Masa sibuk adalah ketika anak berusia 14-23 tahun. Ini masa dimana anak sudah sibuk dengan kegiatan sekolah di SMP, SMA dan perguruan tinggi.

Pergaulan mereka juga biasanya makin luas, sehingga waktu bersama orang tuanya makin terbatas. Apalagi jika anak di sekolahkan di pesantren atau kuliah di lain kota.
 Bagaimana bahasa tubuh mereka ketika dipeluk? Sudah mulai susah dan malu untuk dipeluk. Apalagi jika dipeluknya di tempat umum. Anak lelaki apalagi makin susah untuk diajak berpelukan oleh ayah ibunya.
Keadaan menjadi berbalik. Dulu anak yang inginnya nempel terus kepada orang tuanya. Di fase sibuk ini, ortu yang inginnya nempel dengan anaknya. 

Bagi seorang ayah, ia ingin menggunakan waktunya yang sedikit (quality time) di tengah karirnya yang sedang menanjak untuk "bermesraan" dengan anaknya, tapi ternyata anaknya udah ogah. Patah hati deh orang tuanya....hadeuhh..

4. Fase mandiri

Masa Mandiri adalah masa di mana anak berusia 23 tahun ke atas atau masa anak sudah bekerja atau menikah. Inilah masa anak sudah seharusnya mandiri dan kita sebagai ortu harus siap mental menghadapinya.
Masa yang paling membahagiakan bagi orangtua dan anak adalah di fase intim. 

maka dari itu jangan sia-siakan masa intim tersebut. Ia adalah golden moment, sekaligus golden age. Punyalah waktu untuk anak ketika mereka kecil, sebelum mereka tidak mempunyai waktu untuk kita.

Yang abadi hanyalah  Doa yang dipanjatkan orang tua kepada anaknya. Dan doa yang dipanjatkan anak yang sholih kepada orang tuanya. Doa itulah yang menyambung kembali kebersamaan anak dengan orang tuanya. Nanti di akhirat kelak.

Yuk bikin setiap waktu berharga buat anak, buat kenangan indah bersama mereka.

Apakah Meminta Bantuan Jin DiBolehkan?

*═════ ◎•❀•◎﷽◎•❀•◎ ═════*

🪶 Bermu’amalah dengan bangsa jin tidak semuanya terlarang. Meminta bantuan mereka pun tidak semuanya syirik. Para ulama telah merincikan hal ini dalam kitab mereka. Di antaranya yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, beliau mengatakan bahwa permintaan bantuan manusia kepada jin ada tiga keadaan, yaitu:

▪️ Pertama, meminta bantuan mereka dalam hal ketaatan kepada Allah ﷻ. Seperti menjadikannya wakil untuk menyampaikan syariat. Misalnya seorang memiliki sahabat dari bangsa jin mukmin, kemudian jin itu mengambil ilmu darinya, lalu ia pun menyampaikan ilmu itu (syariat) kepada kaumnya. Hal ini hukumnya boleh, bahkan bisa jadi menjadi hal yang terpuji yang dituntut dari syariat karena ini merupakan dakwah.

🍂 Hal ini sebagaimana yang difirmankan oleh Allah ﷻ dalam Al-Qur’an tentang bangsa jin yang mendengar Al-Qur’an dari Rasulullah ﷺ kemudian mereka sampaikan kepada kaum mereka. Allah ﷻ berfirman:

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنصِتُوا ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ ، قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنزِلَ مِن بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ، يا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ، وَمَن لَّا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءُ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

_"Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan."_

_"Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus."_

_"Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih."_

_"Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata."_ (QS. Al-Ahqaf: 29-32)

▪️ Kedua, meminta bantuan mereka dalam perkara yang mubah. Hal ini hukumnya juga mubah (boleh) tapi dengan syarat bahwa wasilahnya harus mubah pula, jika wasilahnya haram maka hukumnya juga haram. Seperti apa yang pernah terjadi di zaman Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu, disebutkan bahwa:

🌿 Umar bin Khaththab terlambat datang dari perjalanan safarnya, sehingga membuat resah pikiran Abu Musa radhiyallahu anhu. Lantas para sahabatnya pun berkata: “Ada seorang wanita dari penduduk Madinah memiliki sahabat dari bangsa jin, coba kalau engkau perintahkan wanita itu untuk mengutus sahabatnya tersebut (jin) untuk mencari Umar.”

Abu Musa pun melakukannya. Jin itu pun berangkat kemudian selang beberapa waktu ia kembali seraya berkata:

إن إمير المؤمنين ليس به بأس، وهو تسم إبل الصدقة في المكان الفلاني

_“Amirul mukminin baik-baik saja, beliau sedang menggembalakan unta-unta zakat ditempat anu.”_ (Akamul Marjan fi Ahkamil Jan: 38, Al-Qaulul Mufid: 2/63)

▪️ Ketiga, meminta bantuan dalam hal yang haram. Seperti minta bantuan untuk mengambil harta orang lain maka hukumnya haram. Apabila wasilahnya mengandung kesyirikan seperti harus dengan memberikan tumbal atau sesuatu sebagai bentuk taqarrub kepada mereka maka hukumnya menjadi syirik. Apabila wasilahnya tidak ada kesyirikannya maka hukumnya maksiat. Inilah yang dimaksud dalam ayat:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

_"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan."_ (QS. Al-Jin: 6)

✍🏻 Diringkas dari penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Al-Qaulul Mufid: 2/62-63

Demikianlah keterangan para ulama berkaitan dengan perincian meminta bantuan kepada jin. Semoga bermanfaat.

🔰Semoga bermanfaat

AMALAN YANG PALING SULIT DIAMALKAN

Menjadi seorang muslim bukan hanya sekedar pengakuan saja, tapi juga harus dibuktikan dengan tindakan. Yakni dengan menjauhi larangan Allah, melaksanakan perintahNya, dan melakukan berbagai macam amal shalih. Setiap amal shalih yang kita lakukan pasti akan Allah balas dengan lebih baik, juga akan sesuai dengan tingkat kesulitan dan apa yang kita korbankan. Dalam kitab karangan Imam An-Nawawi, Nashaihul Ibad, terdapat kutipan perkataan Sayyidina Ali bin Abu Thalib ra. yang menyebutkan tentang amalan yang paling sulit untuk diamalkan.

“Amalan yang paling sulit untuk diamalkan itu ada empat, yaitu : 

(1) Memberi maaf ketika marah, 

(2) Bermurah hati ketika sulit, 

(3) Iffah (memelihara diri dari yang haram) ketika sendirian, dan 

(4) Mengatakan kebenaran baik kepada orang yang disegani maupun orang yang mengharapkannya.” (Sayyidina Ali bin Abu Thalib ra).

Meskipun dalam melaksanakan hal-hal tersebut pasti akan sulit, tapi ingat bahwa setelah kesulitan ada kemudahan. Kita meski berusaha melakukannya dengan sepenuh hati.

Dalam ungkapan sayyidina Ali bin Abu Thalib ra diatas, empat amalan yang paling sulit untuk diamalkan adalah sebagai berikut :

  1. Memberi maaf saat marah

Meskipun Rasulullah telah menasihati kita dengan bersabda,

 “Janganlah marah maka bagimu surga.” (HR. At-Thabrani) Tapi kemarahan terkadang disebabkan oleh berbagai hal yang tidak kita prediksi ataupun tidak sesuai dengan harapan kita. Namun seringkali kemarahan kita disebabkan oleh ulah seseorang. Maka, janganlah kemarahan kita berlarut terlalu lama dan menjadikan diri kita sebagai pendendam. Lebih baik untuk segera memaafkannya, meskipun itu adalah hal yang berat.

Allah berfirman :

 “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah : 263).

Memberi maaf itu akan memperteguh jiwa. Dan orang yang pemaaf akan mendapatkan kemuliaan. Rasulullah bersabda:

 “Allah tidak menambahkan pada hamba yang memaafkan melainkan kemuliaan.” (HR. Muslim).

  1. Bermurah hati ketika sulit

Keadaan yang sulit pasti akan membuat kita untuk memerdulikan diri sendiri. Dan kebanyakan orang merasa pantas bahwa dirinya tidak perlu bersedekah karena dalam keadaan yang sulit. Padahal bersedekah dalam keadaan sulit merupakan sedekah yang utama. Diriwayatkan seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang sedekah yang paling afdol. Lalu Rasulullah menjawab, “Sedekah dari orang yang serba kekurangan.” (HR An-Nasa’i).

Allah tidak menerima banyaknya sedekah yang kita keluarkan, sebab pada hakikatnya semuanya adalah milik Allah, hanya Allah lah yang Maha Kaya. Allah hanya menerima keikhlasan dan ketakwaan orang yang bersedekah. Maka Rasulullah pun pernah bersabda : 

 “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham.” Kemudian, muncul pertanyaan, “Bagaimana bisa, wahai Rasulullah?” Beliau pun menjelaskan, “Ada seseorang yang mempunyai dua dirham, lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada juga seseorang yang hartanya banyak sekali, lalu mengambil seratus ribu dirham dari kantongnya untuk disedekahkan.” (HR. An-Nasa’i).

Maka, keadaan sempit bukanlah alasan bagi kita untuk tidak bersedekah. Sebab Rasulullah bersabda : “Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” (HR. Bukhari).

  1. Menjaga diri dari yang haram disaat sendiri

Poin pertama keimanan adalah percaya bahwa Allah itu wujud, dan Allah itu Rabb alam semesta. Dan juga percaya bahwa Allah itu memiliki nama-namaNya yang 99 itu. Jadi, harus kita yakini bahwa Allah itu Maha Mengetahui. Ditambah dengan poin kedua, yaitu percaya bahwa ada malaikat-malaikat dan tugas-tugasnya. Maka orang beriman itu harus percaya terdapat malaikat yang selalu berada di sisi kita, untuk mengawasi setiap perbuatan kita.Maka, orang yang beriman dalam kesendiriannya pun harus mengingat Allah. 

Dikatakan bahwa menjaga diri dari hal haram adalah suatu yang sulit sebab, terkadang suatu yang haram itu yang diinginkan oleh nafsu kita. Melawan hawa nafsu dan juga bisikan setan sekaligus bukanlah perkara yang mudah. Dalam sejarah disebutkan contohnya seperti, kisah Nabi Yusuf yang diajak berzina oleh wanita cantik namun menolaknya sebab takut pada Allah.

  1. Berkata benar di depan orang yang disegani

Bagi seorang mukmin, sudah sepantasnya untuk kita memiliki sifat jujur. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari). Berkata benar di depan orang yang disegani merupakan hal yang sulit. Tapi bisa kita lakukan jika kita menjadikan Allah sebagai satu-satunya yang kita takuti. Dan meyakini bahwa dengan diamnya diri kita (menyimpan kebenaran) sama saja dengan mendukung kemungkaran, dan siksa Allah lebih pedih.

Kak, yuk kita maksimalkan untuk terus beramal shalih. Meskipun terkadang berat kita rasakan, tapi pasti Allah berikan kemudahan untuk kebaikan.

Islam terpecah menjadi 73 golongan

1. Golongan Syi'ah 22 aliran 
2. Golongan Khawarij 20 aliran 
3. Golongan Mu'tazillah 20 aliran
4. Golongan Murjiah 5 aliran
5. Golongan Najariah 3 aliran
6. Golongan Jabariah 1 aliran 
7. Golongan Musyabbihah/ Mujassimah 1 
aliran. 
8.  1(Satu) Golongan yang Selamat/Lurus yaitu Al Jamaah (Ahlussunah Waljamaah)

1️⃣ Golongan *Syi'ah* berlebih lebihan memuja Sayyidina Ali ra dan Sayyidina Husein ra. Mereka tidak mengakui khalifah-khalifah Abu bakar, Umar dan usman radhiyallahu'anhum dan keluarganya. Dan sangat membenci dan melaknat nya. Padahal mereka adalah orang yg dijamin Surga Alllah dan Orang orang pilihan Nabi SAW dan ada beberapa sahabat Nabi dimakamkan di samping makam Nabi SAW. Ciri golongan mereka ini yaitu *Membenci dan Memusuhi Sahabat Nabi SAW*

2️⃣Golongan *Khawarij* mereka berlebih-lebihan membenci sayyidina Ali ra. Bahkan ada diantara mereka yg mengkafirkan sayyidina Ali ra. Golongan ini sangat menghalalkan darah sesama Umat Islam yg berbeda pandangan dengan Pemahamannya padahal masih ahli kiblat. Dan Moyang  khawarij ini adalah Dzul Quwaisiroh yang menghardik Nabi SAW pada saat Nabi SAW membagikan harta rampasan perang. Dan gemerasi khawarij akan terus berlanjut dengan kemunculan Abdurrahman ibnu muljam yang membunuh Sayyidina Ali ra pada saat beliau akan memimpin Imam sholat shubuh.
Ciri Golongan ini yaitu Sangat *Membenci Keturunan/ Dzuriyah Nabi SAW* dan bahkan mengatakan bahwa keturunan Nabi sudah terputus. Padahal berbalik fakta dengan sabda Nabi SAW bahwa Imam Mahdi adalah dari keturunanku. 

3️⃣ Golongan *Mu'tazillah* mereka berpaham bahwa Allah tidak mempunyai sifat, bahwa  manusia membuat pekerjaannya sendiri, bahwa Allah tidak bisa dilihat dengan mata didalam syurga Dan lain-lain. 

 4️⃣ Golongan *Murji'ah* yg memfatwakan bahwa membuat ma'siyat tidak memudharatkan kalau sudah beriman. Membuat kebaikan tidak manfa'at kalau kafir. 

5️⃣ Golongan *Najariah* Yang memfatwakan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk, yakni dijadikan Allah, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Allah tidak Ada. 

6️⃣  Golongan *Jabariah* Yang memfatwakan bahwa manusia tidak berdaya apa-apa (tidak ada usaha sama sekali) 

7️⃣  Golongan *Musyabihah* yang memfatwakan ada keserupaan Allah dengan  manusia atau mahluknya, umpamanya  bertangan, berwajah, berkaki, mempunyai betis duduk dikursi, naik tangga, turun tangga, naik dan turun dari Langit ke Bumi dll. 

   *PERHATIAN*

Kaum Qadariyah termasuk kaum Mu'tazillah, kaum bahaiyah dan Ahmadiah termasuk kaum syi'ah.

 Yang lurus cuma satu golongan yaitu  *Al Jamaah* atau umum dinamakan *Ahlussunnah Wal Jama'ah* yaitu Golongan Shawadul adzhom (Yang Terbanyak/ Mayoritas) yg selamat karena Mengikuti Jalan Pemahaman Nabi SAW dan Sahabat sahabat nya dan Kaum yg terdahulu(Salafusholeh).

Empat Amalan yang terasaBerat dilakukan


Terdapat 4 perkara yang sulit dilakukan umat 

Dalam Nashaihul 'Ibad disebutkan bahwa sahabat Ali bin abi thalib berkata, "Amal yang paling sulit itu ada empat, yaitu : 

1.memaafkan pada saat marah, 

2.dermawan saat sedang kesulitan, 

3.menjaga diri dari perbuatan tidak terpuji saat sendirian, 

4. berkata yang sebenarnya kepada orang yang disegani  atau orang yang diharapkan kebaikannya."

Memaafkan pada saat marah. Kita marah tidak dilarang asalkan ada alasan logis dan berlandaskan agama. Namun, menahan amarah dan terlebih lagi memaafkan ketika dalam puncak kemarahan itu jauh lebih baik dan lebih mulia. Emosi dan amarah datangnya dari bisikan setan, sedangkan menahan amarah dan memaafkan datang dari bisikan nurani.

Rasulullah berkata, "Siapa yang mampu menahan marahnya, berlapang dada, selalu berbuat kebaikan, menyambut silaturahim, dan menunaikan amanah, niscaya Allah pada Hari Kiamat akan memasukkan dia ke dalam cahaya-Nya yang agung," (HR Ad-Dailami). Dermawan saat ekonomi sulit. Bagaimana logikanya?

Dermawan itu saat kita memiliki kelebihan harta benda, bukan? Namun, tidak demikian dengan orang yang beriman, bagi mereka dermawan tidak ada waktu dan batasnya karena memang harus setiap saat, baik sedang kesulitan ekonomi maupun sedang lapang dalam urusan rezeki.

Memiliki kelebihan harta ataupun tidak, dermawan tetap berjalan karena yakin Allah pasti berkomitmen, mustahil ingkar,  terhadap firman-Nya. Satu rupiah kita keluarkan, balasannya pasti akan lebih dari itu asalkan kita yakin dengan janji Allah. Bagi orang beriman, balasan Allah bukan semata-mata tujuan karena menyenangkan orang lain dengan rezeki yang kita miliki itu jauh lebih utama dari apa pun.

Menjaga diri dari perbuatan tidak terpuji saat sendirian. Terkadang kita sering menampilkan diri sesaleh mungkin di depan orang lain. Namun, saat sendirian, kita malah asyik dengan kemaksiatan karena merasa bebas dan tidak ada orang lain yang melihat. Padahal, Allah tentu saja melihat segala apa yang kita lakukan—jangankan itu, isi hati kita saja Allah tahu.

Menjadi hamba Allah yang sempurna memang susah—bahkan mustahil—karena kita tempatnya berbuat khilaf dan salah. Namun, hal itu bukan alasan untuk kita berleha-leha asyik dengan kemaksiatan ketika sendirian. Ingat, Allah menonton perilaku kita. Sejatinya, kita malu kalau saat sendirian iman dan akhlak saleh kita malah kalah dengan ajakan setan.

Berkata yang sebenarnya kepada orang yang disegani atau orang yang diharapkan kebaikannya. Menyampaikan kebaikan kepada orang yang disegani atau ditakuti, kepada penguasa, misalnya, memang perbuatan sulit, kecuali orang-orang yang beriman yang diikuti hati yang ikhlas tanpa pernah sekalipun sombong di hadapan orang yang dinasihati.

Kebenaran adalah kebenaran meskipun ditenggelamkan ke dalam tanah. Orang beriman akan menyampaikan kebenaran itu kepada siapa pun, termasuk pada penguasa walaupun harus menanggung akibatnya—jika si penguasa tersinggung. Namun, kita yakin bahwa kebenaran apabila disampaikan dengan cara yang baik, mustahil menyinggung orang lain.

Apa pun alasannya, menyampaikan kebenaran atau nasihat kepada penguasa adalah wajib meskipun hal itu pahit dirasakan. Allah akan menolong seorang hamba-Nya apabila ia istiqamah dalam kebaikan dan amal saleh di hadapan siapa pun. Mari kita mengukur kualitas iman kita dengan empat amal yang disebutkan di atas. 


Sekiranya ada yang perlu disembunyikan Ben kelihatan Bahagia

Terkadang tidak semua
Perlu ditampakkan ke manusia
Asalnya harus disembunyikan
Saat butuh saja ditampakkan

Hapalan Quran-mu kau sembunyikan
Banyak Harta-mu, kebahagiaan dan romantisme
Agar tak mengundang hasad
Terlebih aib diri dan keluarga
Wajib-lah ditutupi

Imam Asy-Syafi’iy rahimahullah berkata:

ﺟﻮﻫﺮ ﺍﻟﻤـــــــﺮﺀ ﻓﻲ ﺛﻼﺙ:
ﻛﺘﻤﺎﻥ ﺍﻟﻔـــــﻘـﺮ ﺣﺘﻰ ﻳﻈﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﻋﻔﺘﻚ ﺃﻧﻚ ﻏﻨﻲ،
ﻭﻛﺘﻤﺎﻥ ﺍﻟﻐﻀـﺐ ﺣﺘﻰ ﻳﻈﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻧﻚ ﺭﺍﺽ،
ﻭﻛﺘﻤﺎﻥ ﺍﻟﺸﺪﺓ ﺣﺘﻰ ﻳﻈﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻧﻚ ﻣﺘﻨﻌﻢ.

“Kemuliaan jiwa seseorang ada pada tiga perkara:
√ Menyembunyikan kefaqiran hingga orang lain menyangka bahwa engkau berkecukupan.
√ Menyembunyikan kemarahan hingga orang lain menyangka bahwa engkau ridha.
√ Menyembunyikan penderitaan hingga orang lain menyangka bahwa engkau hidup enak.”
(Manaqib asy-Syafi’iy, jilid 2 hlm. 188)

Terlebih amalmu, sembunyikan-lah
Tangan kiri tidak tahu
Apa yang diinfakkan tangan kanan
Padahal keduanya berdekatan
Bahkan selalu bersama memegang sesuatu
Isyarat bahwa jika mampu
Keluarga terdekat anak-istri
Tidak tahu amal-mu
Agar lebih ikhlas

ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺗَﺼَﺪَّﻕَ ﺑِﺼَﺪَﻗَﺔٍ ﻓَﺄَﺧْﻔَﺎﻫَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻻَ ﺗَﻌْﻠَﻢَ ﺷِﻤَﺎﻟُﻪُ ﻣَﺎ ﺗُﻨْﻔِﻖُ ﻳَﻤِﻴﻨُﻪُ

“Seseorang yang bersedekah kemudian ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. ” (HR. Bukhari Muslim)

Ikhlas itu berat
Sufyan Ats-Tsauri berkata,

ما عالجت شيئا أشد علي من نيتي ؛ لأنها تتقلب علي

“ Tidaklah aku berusaha untuk mengobati sesuatu yang LEBIH BERAT daripada meluruskan niatku, karena niat itu senantiasa berbolak-balik”
(Jami’ Al-‘ulum wal hikam hal. 18, Darul Aqidah, Koiro, cet.I, 1422 H)

Mahfudzot /kata mutiara



1.Man Saaro ‘alad-darbi washola

Tulisan arabnya:

mahfudzot kelas 1 ini adalah: مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ

Artinya:

Barang siapa berjalan pada jalannya maka sampailah ia

Penjelasan makna:

Seseorang jika ingin mencapai sesuatu, maka dia harus berjalan di atas jalan untuk mencapai hal tersebut.

Tidak boleh melenceng dari arah dan jalan yang ada.

Misalkan, saat kamu mau menjadi dokter, maka kamu harus kuliah kedokteran, bukan kuliah teknik.

Begitu juga jika kamu ingin menjadi orang yang pandai, jalan untuk menjadi orang yang pandai adalah dengan belajar, diiringi doa tentunya.

2. Man Jadda Wajada

Dalam tulisan arab dituliskan:

مَنْ جَدَّ وَجَدَ

Artinya:

“Barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil (mendapatkan sesuatu)”.

Penjelasan:

Pernah dengan kisah Thomas Alfa Edison yang menemukan lampu?

Apakah dalam satu kali percobaan dia langsung menemukan lampu?

Ternyata, setelah 1.000 kali gagal, barulah ia berhasil menciptakan lampu yang sekarang dapat kita rasakan manfaatnya.

Kenapa ia bisa berhasil?

Karena ia bersungguh-sungguh.

Orang yang bersungguh-sungguh tidak akan mudah menyerah hanya karena satu dua kegagalan.

3.Mahfudzot kelas 1 tentang kesabaran

Tulisan arabnya:

مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ

Dalam tulisan latinnya: Man shabara dzafira

Artinya:

Barang siapa bersabar maka dia akan memenangkan sesuatu.

Penjelasan:

ظَفِرَ itu dalam bahasa Indonesia bisa berarti memenangkan, memperoleh, mencapai, mendapatkan.

Seperti contoh Thomas Alfa Edison di atas, karena dia sabar, maka akhirnya dia memenangkan sesuatu, meskipun harus melewati 1.000 kegagalan.

Orang yang tidak sabar tidak akan bisa memenangkan sesuatu, termasuk dalam hal belajar, itu harus sabar, karena syarat menuntut ilmu salah satunya adalah Thuli zamani, lama waktunya.

4. Man qalla shidquhu qalla shadiquhu

مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ

Artinya:

Barang siapa kejujurannya, sedikit pula temannya.

Penjelasan:

Tidak ada orang yang suka dengan orang yang jujur.

Jika kamu berdagang tidak jujur, maka kamu akan ditinggalkan oleh pembeli.

Jika kamu jadi pemimpin tidak jujur, kamu tidak akan dipilih lagi.

Jika kamu jadi teman tidak jujur, maka temanmu akan meninggalkanmu.

Kejujuran di jaman sekarang ini merupakan hal yang mahal.

Termasuk kejujuran dalam hal utang piutang, makanya wajar jika sekarang orang ragu-ragu mau ngasih utang karena banyak orang yang tidak jujur, tidak membayar utangnya.

5. Jaalis Ahlas Shidqi Wal Wafaai

Tulisan arabnya:

جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ

Artinya:

Bergaullah dengan orang yang jujur dan menepati janji.

Penjelasan:

Melanjutkan dari mahfudzot kelas 1 sebelumnya, kali ini ada kata mutiara untuk kita agar bergaul dengan orang yang jujur serta menepati janji.

Dengan begitu, kita akan merasa nyaman dan perbuatan baik seperti ini juga bisa menular kepada kita.

6. Mawaddatus Shadiiqi tadzharu waqtad dhiiqi

Tulisan arabnya:

مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ

Artinya:

Ketulusan cinta seorang teman akan nampak pada waktu kesempitan.

Penjelasan:

Alasan orang mau berteman dengan seseorang itu ada banyak, bisa karena kekayaan, kecantikan, bantuan, dan sebagainya.

Untuk menguji seorang teman apakah dia tulus berteman dengan kamu, maka ujilah saat kamu berada pada masa sulit.

Jika dia masih mau berada di dekatmu, maka dia adalah teman sejatimu.

Begitu pun dalam masalah percintaan, jika suami atau istri kamu bisa berdampingan saat sulit, berarti dia itu tulus.

7. Wamalladzdzatu illa ba’dat ta’bi, mahfuzot kelas 1 tentang usaha

Tulisan arabnya:

وَمَا اللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ

Artinya:

Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan.

Penjelasan:

Orang merasakan nikmat itu setelah dia merasakan ketidak enakan.

Misalkan, merasa enak makan setelah merasa kelaparan.

Merasa enak Buang Air Besar setelah sengsara kebelet.

Merasakan nikmatnya air setelah merasakan kehausan.

Merasakan nikmatnya punya rumah setelah sebelumnya ngontrak bolak balik diusir hehehe.

8. Ash-shabru yu’iinu ‘ala kulli ‘amalin

Tulisan arabnya:

الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ

Artinya:

Kesabaran menolong segala pekerjaan.

Penjelasan:

Mirip dengan mahfudzot kelas 1 “barang siapa bersabar maka dia akan menang/mendapatkan sesuatu”

9. Jarrib Walaahidz Takun ‘aarifan

Tulisan arabnya:

جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا

Artinya:

Coba dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu.

Penjelasan:

Mirip dengan cerita Thomas Alfa Edison di atas, untuk mengetahui sesuatu, kamu harus mencoba dan memperhatikan.

Kamu perlu belajar dengan cara itu.

Jika kamu mau bisa menyetir mobil misalkan, kamu harus memperhatikan cara orang mengendarai mobil, belajar teorinya, lalu mempraktikannya.

Setelah itu barulah kamu tahu cara mengendarai mobil.

Tanpa praktik, kamu gak akan tahu.

Bahasa Inggrisnya, trial and error.

10. Uthlubul ‘ilma minal mahdi ilallahdi

Tulisan arabnya:

اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ

Artinya:

Carilah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.

Penjelasan:

Mencari ilmu hukumnya wajib, bahkan sejak dalam kandungan pun kita harus belajar, hingga di liang kubur saat dibacakan talqin.

11. Baidhotul yaumi khairun min dajaajatil ghadi

Tulisan arabnya:

بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ

Artinya:

Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.

Penjelasannya:

Sesuatu yang sudah pasti di hari ini itu jauh lebih baik dari yang tidak pasti di esok hari, meskipun lebih kecil, lebih remeh, atau ukurannya tidak seberapa.

12. Al Waqtu atsmanu minadz-dzahabi

Tulisan arabnya:

الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ

Artinya:

Waktu lebih mahal daripada emas.

Penjelasannya:

Emas bisa kamu beli, tapi waktu yang telah lewat tidak bisa kamu beli.

Bahkan, jika kamu bisa menunda kematianmu, kamu berani membayar perpanjangan waktu kematianmu dengan emas bergunung-gunung, demi satu jam saja agar kematianmu diundur.

Waktu itu sangat berharga, jauh lebih berharga dari emas, meskipun kadang kita terlena.

13. Al’aqlu As-saliimu fil jismi as-saliimi

Tulisan arab mahfudzot kelas 1 ini:

العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسْمِ السَّلِيْمِ

Arti mahfudzot kelas 1 ini:

Akan yang sehat terdapat pada badan yang sehat.

Penjelasan:

Kesehatan badan itu perlu diperhatikan, tidak hanya kesehatan akal.

Badan yang sehat akan membuat pikiran kita baik juga.

14. Khairu Jaliisin Fiz-zamaani kitaabun

Tulisan arabnya:

خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ

Artinya:

Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.

Penjelasannya:

Hal ini menandakan untuk menghargai waktu yang lebih berharga dari emas, agar waktu tidak sia-sia, bisa kita manfaatkan dengan membaca buku.

Dan juga menandakan bahwa ilmu itu sangat penting, karena dengan ilmu kita bisa mendapatkan harta, tahta, dan surga hehe.

15. Man Yazra’ yahshud

Tulisan arabnya:

مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

Artinya:

Barang siapa menanam, maka ia akan memetiknya.

Penjelasan:

Jika kita mau dapat sesuatu, maka kita harus berusaha.

Kita akan mendapatkan sesuatu dari apa yang kita usahakan, bukan dari hasil kerja orang lain.

16. Khariul Ash-haabi man yadulluka ‘alal khairi

Tulisan arabnya:

خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ

Artinya:

Sebaik-baik teman adalah orang yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.

Penjelasan:

Teman yang baik bukan dia yang selalu nurut dengan kamu.

Teman yang baik adalah yang mau menasihati kamu saat kamu berbuat kejelekan, tidak sesuai dengan norma agama.

17. Lalulal ‘ilmu lakaanan naasu kal bahaaim.

Tulisan arabnya:

لَوْلَا العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ

Artinya:

Seandainya tak ada ilmu, niscaya manusia itu seperti binatang.

Penjelasan:

Yang membedakan antara manusia dengan binatang adalah karena manusia dikaruniai akal dan ilmu.

Saat seseorang mengabaikan ilmu, maka tingkah lakunya bisa seperti binatang, lebih mendahulukan hawa nafsunya.

18. Al ‘Ilmu Fish-Shighori kan-naqsyi ‘alal hajari

Tulisan arabnya:

العِلْمُ فِي الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الحَجَرِ

Terjemahannya:

Ilmu di waktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.

Atau sering kita dengar, belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu.

Penjelasan:

Belajar saat masih kecil itu sulit, seperti orang mengukir batu, keras.

Namun, bekasnya akan tetap bertahan sampai waktu yang sangat lama, sehingga akan selalu teringat sampai tua.

19. Lan Tarji’al Ayyamul-latii madhot

Tulisan arabnya:

لَنْ تَرْجِعَ الأَيَّامُ الَّتِيْ مَضَتْ

Artinya:

Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.

Penjelasannya:

Agar kita tidak menyesal, manfaatkan waktu sekarang dan yang akan datang dengan hal-hal kebaikan.

Waktu yang telah lewat tidak akan terulang kembali.

20. Ta’allaman shaghiiran wa’mal bihi kabiiran

Tulisan arabnya:

تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا

Terjemahannya:

Belajarlah serius di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.

Penjelasannya:

Waktu muda adalah waktu belajar karena masih mudah tertancap di ingatan, setelah mendapat ilmu banyak, tinggal diamalkan saat kamu makin besar.

21. al ‘ilmu bilaa ‘amalin kasy-syajari bilaa tsamarin

Tulisan arabnya:

العِلْمُ بِلَا عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلَا ثَمَرٍ

artinya:

Ilmu tanpa amal perbuatan bagaikan pohon tanpa buah.

Penjelasannya:

Seseorang yang punya ilmu tapi tidak diamalkan, itu menjadikannya kurang berfaidah.

Bayangkan saja, kamu punya pohon cabai, tapi tidak berbuah, apakah bermanfaat?

22. Al Ittihadu asaasun-najaahi

Tulisan arabnya:

الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ

Terjemahannya:

Persatuan adalah pangkal keberhasilan.

Penjelasannya:

Persatuan amat penting dalam menggapai sesuatu.

Misalkan orang bermain bola, tapi tidak menyatu, bergerak sendiri-sendiri tanpa ada satu instruksi yang jelas, maka akan kalah.

23. Laa tahtaqir miskiinan wa kun lahu mu’iinan

Tulisan arabnya:

لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْنًا

Artinya:

Janganlah engkau menghina orang miskin, akan tetapi jadilah penolong baginya.

Penjelasan:

Adanya orang miskin itu sebenarnya berkah buat kamu yang kaya, karena dengan adanya orang miskin, kamu tidak kesulitan saat harus membayarkan zakatmu.

Coba jika di sekitarmu tidak ada orang miskin, kamu mau bayar zakat sama siapa?

Oleh karena itu jangan kamu hina, justru kamu syukuri, karena kamu bisa mendapatkan banyak pahala dengan menolongnya.

24. Asy-Syarafu bil adabi laa bin nasabi

Tulisan arabnya:

الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لَا بِالنَّسَبِ

Terjemahannya:

Kemuliaan itu dengan adab bukan karena keturunan.

Penjelasan:

Kemuliaan seseorang diukur dari sopan santun dan tata kramanya, dari kelakuannya.

Meskipun dari keturunan bangsawan, orang terhormat, tapi jika kelakuannya tidak benar, maka kemuliannya akan jatuh.

25. Salaamatul insaani fii hifdzhil lisaani

Tulisan arabnya:

سَلَامَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ

Terjemahannya:

Keselamatan manusia ada pada menjaga lisannya (perkataan).

Penjelasan:

Lisan seseorang bisa membuat orang sengsara, misalkan kasus Ahok saat didakwa menistakan agama.

Oleh karena itu, hendaknya setiap orang menjaga lisan karena lisan itu lebih tajam daripada pedang, bisa membunuh kamu sendiri.

26. Aadaabul mar-i khairun min dzahabihi

Tulisan arabnya:

آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ

Terjemahannya:

Adab seseorang itu lebih baik daripada emasnya.

Penjelasan:

Orang akan lebih menghargai kamu karena adab kamu, bukan karena harta kamu.

Meskipun kamu kaya, tapi kalau kelakuan kamu tidak baik, orang akan menjauhi kamu.

27. Suul khuluqi yu’dii

Tulisan arabnya:

سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِي

Terjemahannya:

Jeleknya akhlaq itu menular.

Penjelasan:

Jika ada kerbau sedang mandi lumpur, lalu kamu mendekat, apa yang terjadi?

Kamu juga jadi ikut kotor.

Begitu juga dengan keburukan akhlaq, kelakuan, jika kamu berdekatan dengan teman yang buruk akhlaknya, kamu juga akan tertular dengan kelakuannya.

28. Aafatul ‘ilmin nis-yaanu

Tulisan arabnya:

آفَةُ العِلْمِ النِّسْيَانُ

Terjemahannya:

Bencana ilmu itu adalah lupa.

Penjelasan:

Kecelekaan terbesar bagi orang yang punya ilmu adalah saat dia melupakan ilmunya.

Termasuk salah satu dosa adalah melupakan hafalan Al Quran yang sudah dihafalnya.

Oleh karena itu hendaknya kita senantiasa muthola’ah, membaca kembali setiap ilmu yang kita punya dan mengamalkannya.

29. Idzaa shadaqal ‘azmu wadhohas sabiilu

Tulisan arabnya:

إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ

Terjemahannya:

Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.

Penjelasannya:

Jika kamu punya niat baik, apa saja, maka jangan pernah takut untuk melaksanakannya.

Pasti ada jalan untuk menggapainya.

Di balik kesulitan, ada banyak kemudahan yang disiapkan oleh Allah.

30. Laa tahtaqir man duunaka falikulli syaiin maziyyatun

Tulisan arabnya:

لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ

Artinya:

Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.

Penjelasan:

Jika kamu merasa punya kelebihan dari orang lain, jangan merendahkannya, karena sejatinya dia juga punya kelebihan yang tidak kamu miliki.

31. Ashlih nafsaka yashluh lakan-naasu

Tulisan arabnya:

أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ

Artinya:

Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.

Penjelasan:

Jika kamu senantiasa berusaha menjadi orang baik, dan memang itu karena kamu ingin jadi orang baik, maka meskipun kamu tidak mengharapkannya, orang lain pun akan baik pula padamu.

32. Fakkir qabla an ta’zima

Tulisan arabnya:

فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ

Terjemahannya:

Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkeinginan.

Penjelasan:

Berpikir dan merencanakan sesuatu sebelum bertindak itu penting.

Jangan asal bertindak tanpa dipertimbangkan terlebih dahulu.

33. Man ‘arofa bu’das safari ista’adda

Tulisan arabnya:

مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اسْتَعَدَّ

Artinya:

Barangsiapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.

Penjelasan:

Jika kamu tahu bahwa perjalan hidupmu berat, maka bersiap-siaplah dengan ilmu dan usaha.

Jika kamu akan bepergian jauh, siapkan perbekalan.

Hadapi beratnya hidup dengan persiapan yang matang.

34. Man hafaro hufrotan waqo’a fiihaa

Tulisan arabnya:

مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا

Artinya:

Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia ke dalamnya.

Penjelasan:

Saat kita berniat tidak baik (menggali lobang untuk mencelakakan orang lain), maka justru kita sendiri yang akan menanggung akibatnya.

Baik secara langsung maupun tidak langsung.

35. ‘Aduwwun ‘aaqilun khairun min shadiiqin jaahilin

Tulisan arabnya:

عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ

Artinya:

Musuh yang pandai lebih baik daripada teman yang bodoh.

Penjelasannya:

Musuh kita yang pandai yang sering mengkritik kita justru akan membuat kita bangkit untuk memperbaiki diri kita.

Sebaliknya, teman yang bodoh justru akan membiarkan kita tetap bodoh karena dia tidak tahu apa yang harus diperbaiki dari diri kita.

36. Man katsuro ihsaanuhu katsuro ikhwaanuhu

Tulisan arabnya:

مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ

Artinya:

Barangsiapa yang banyak perbuatan baiknya, banyak pula temannya.

Penjelasan:

Sudah menjadi watak manusia untuk suka dengan orang yang berbuat baik.

Orang yang dermawan, suka menolong, berkata baik, tidak menyakiti perasaan orang lain, pasti akan disukai orang lain.

Banyak temannya.

37. Ijhad walaa taksal walaa taku ghoofilan, fanadaamatul ‘uqbaa liman yatakaasalu

Tulisan arabnya:

اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلًا فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ

Terjemahannya:

Bersungguh-sungguhlah dan janganlah bermalas-malasan dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malasan.

Penjelasan:

Mahfudzot kelas 1 ini memberikan kita semangat agar senantiasa berusaha sungguh-sungguh, tidak lengah saat ingin mencapai sesuatu.

Jika kita malas, maka penyesalan nantinya yang akan kita dapat karena kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari bermalas-malasan itu.

38. Laa tuakkhir ‘amalaka ilal ghodi maa taqdiru an ta’malahul yauma

Tulisan arabnya:

لاَ تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلىَ الغَدِ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ

Terjemahannya:

Jangan akhirkan pekerjaanmu hingga esok hari, yang dapat kamu kerjakan dulu pada hari ini.

Penjelasan:

Jika pekerjaan bisa kamu selesaikan hari ini, maka selesaikan karena esok hari kamu gak tahu apakah akan ada pekerjaan tambahan, kesibukan lain, atau bisa jadi juga kamu jatuh sakit.

39. Utrukis syarro yatrukka

Tulisan arabnya:

اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ

Terjemahannya:

Tinggalkanlah keburukan, niscaya ia akan meninggalkanmu.

Penjelasan:

Saat kamu mencegah dirimu dari perbuatan keji, munkar, tercela, jelek, maka keburukan dan kejelekan akan menjauh darimu juga.

Jika kamu tidak memukul orang, orang juga tidak memukulmu.

40. Khairunnaasi ahsanuhum khuluqan wa anfa’uhum lin naasi

Tulisan arabnya:

خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Terjemahannya:

Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya dan yang paling bermanfaat bagi manusia.

Penjelasannya:

Akhlak adalah tolok ukur baik tidaknya manusia, bukan harta.

Begitu juga dengan manfaat yang bisa kamu berikan kepada orang lain.

Orang yang memberikan manfaat kepada orang lain termasuk dari baik-baiknya manusia.

41. Fittaanni Assalaamatu wa fil ‘ajalati An-nadaamatu

Tulisan arabnya:

فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفِي العَجَلَةِ النَّدَامَةُ

Terjemahannya:

Di dalam kehati-hatian ada keselamatan, dan di dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan.

Penjelasan:

Lakukan sesuatu dengan hati-hati agar tujuan tercapai, jangan tergesa-gesa karena bisa membuat pekerjaan hasilnya tidak bagus.

42. Tsamratut tafriithi an-nadaamatu wa tsamratul hazmi as- salaamatu

Tulisan arabnya:

ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلَامَةُ

Terjemahannya:

Buah kecerobohan adalah penyesalan, sedangkan buah kecermatan itu adalah keselamatan.

Penjelasan:

Dalam melakukan pekerjaan, hendaknya selalu waspada, cermat, hati-hati, tidak sembrono, misalkan saat mengendarai mobil.

Jika ceroboh maka bisa mengalami kecelakaan dan menyesal di belakang.

43. Ar-rifqu bid-dha’iifi min khuluqis syariifi

Tulisan arabnya:

الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ

Terjemahannya:

Lemah lembut kepada orang lemah adalah salah satu perangai orang yang mulia.

Penjelasan:

Salah satu sifat dari orang yang terhormat adalah jika dia bisa bersikap baik, tidak menyakiti perasaan, terhadap orang yang lemah, misal fakir miskin dan bawahannya.

44. Fajazaau sayyiatin sayyiatun mitsluhaa

Tulisan arabnya:

فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا

Balasan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.

Penjelasan:

Saat seseorang berbuat jahat, di kemudian hari, kejahatan yang sama bisa menimpa kepadanya.

45. Tarkul jawaabi ‘alal jaahili jawaabun

Tulisan arabnya:

تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ

Terjemahannya:

Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah sebuah jawaban.

Penjelasan:

Saat ada orang bodoh mendebatmu, akan lebih baik untuk meninggalkan perdebatan itu.

Berdebat dengan orang bodoh adalah kebodohan.

46. Man ‘adzuba lisaanuhu katsuro ikhwaanuhu

Tulisan arabnya:

مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ

Terjemahannya:

Barang siapa manis lisannya banyaklah temannya.

Penjelasan:

Salah satu cara agar orang suka kepada kamu adalah dengan bertutur kata yang manis, tidak menyakiti perasaan orang lain.

Orang yang suka menghina dan mengejek orang lain akan dijauhi.

47. Idzaa tammal ‘aqlu qallal kalaamu

Tulisan arabnya:

إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلَامُ

Terjemahannya:

Apabila telah sempurna akal seseorang, maka sedikitlah bicaranya.

Penjelasan:

Mirip dengan peribahasa air beriak tanda tak dalam dan air tenang menghanyutkan.

Semakin banyak ilmu seseorang, biasanya tidak banyak bicara hal-hal yang tidak penting.

Bukan berarti tidak bicara, tapi dia hanya bicara hal-hal penting yang dia tahu.

48. Man tholaba akhon bilaa ‘aibin baqiya bilaa akhin

Tulisan arabnya:

مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلَا عَيْبٍ بَقِيَ بِلَا أَخٍ

Terjemahannya:

Barang siapa mencari teman tanpa aib (cela), maka ia akan tetap tanpa teman.

Penjelasan:

Setiap orang pasti punya kekurangan, kelemahan, karena tidak ada manusia yang sempurna.

Oleh karena itu, saling menghargai sesama teman itu yang paling penting, bukan mencari teman tanpa cela.

Kelebihan dan kekurangan seseorang itu akan saling melengkapi.

49. Qulil Haqqo walau kaana murron

Tulisan arabnya:

قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا

Terjemahannya:

Katakanlah kebenaran, walaupun itu pahit.

Penjelasan:

Mengatakan kebenaran kepada orang lain itu harus dilakukan, meskipun kenyataannya akan membuat orang lain tidak senang kepadamu, atau orang yang mendengar tidak suka kepadamu.

Apalagi dalam hal konstitusi agama, yang benar tetap harus dikatakan benar dan yang salah dikatakan salah, kecuali ada perbedaan pendapat ulama.

50. Khairu maalika maa nafa’aka

Tulisan arabnya:

خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ

Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.

Penjelasan:

Memiliki harta yang tidak bermanfaat itu kurang baik dan berlebihan.

Jika ada aset menganggur, hendaklah dikelola atau serahkan pengelolaannya pada orang lain.

Termasuk harta yang akan memberikan manfaat selama-lamanya adalah amal jariyahmu.

Kesimpulan

Kata-kata mutiara untuk anak kelas SP Pesantren UmmulQurro' lainnya di atas sangat layak untuk direnungkan, dan harus direnungkan malahan.

Itulah tadi kumpulan mahfudzot kelas 1 semester 1 dan 2 yang baik tentang kehidupan, cinta, ilmu, dan adab.

Silakan dihafalkan dan direnungkan isinya, mudah-mudahan informasi mahfudzot kelas 1 ini bermanfaat.

Empat perkara yang akan Merenggut Anak Adam


يَسْتَقْبِلُ ابْنُ آدَمَ اَرْبَعَ نُهُبَاتٍ يَنْتَهِبُ مَلَكُ الْمَوْتِ رُوْحَهُ وَيَنْتَهِبُ الْوَرَثَةُ مَالَهُ وَ يَنْتَهِبُ الدُّوْدُ جِسْمَهُ وَيَنْتَهِبُ الْخُصَمَآءُ عَمَلَهُ .



Sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian hukama berikut ini :

"Anak cucu Adam akan mengalami empat macam renggutan, yaitu : Malaikat maut akan merenggut nyawanya, ahli waris akan merenggut hartanya, ulat akan merenggut daging tubuhnya dan para penuntut akan merenggut pahala amalnya."

Cek Ongkir/pengiriman

Jam

Tanggal

cek